December 22

*Dimuat di Kompas Klass, Kompas Edisi 31 Juli 2015

Teks dan Foto: Wiwik Mahdayani

Secara formal, Negeri Gajah Putih sudah membuka pintu kawasan konservasi untuk pariwisata sejak tahun 2000 melalui kampanye Visit Park Thailand 2000 yang diperkenalkan Royal Forest Department untuk merespons demam wisata alam yang tengah melanda saat itu. Pengunjungnya tidak hanya kaum urban domestik yang tinggal di kota-kota besar, tapi juga wisatawan ekstra-ASEAN yang mendominasi figur wisatawan asing yang mengunjungi Thailand. Pada 2014, lebih dari 11 juta pengunjung berwisata di taman nasional di penjuru Thailand.

Taman Nasional Khao Yai, taman nasional pertama (dibentuk tahun 1962) dan paling populer di Thailand, menerima rata-rata lebih dari satu juta pengunjung per tahun sebelum mengalami fluktuasi tingkat kunjungan pada sepuluh tahun terakhir. Taman nasional dengan status warisan dunia alam UNESCO dan ASEAN Heritage Parks ini salah satu tujuan wisata favorit wisatawan asing dan domestik, berjarak 2,5 jam berkendara mobil dari Bangkok. Wisatawan asing biasanya bermalam di sekitar atau di dalam kawasan untuk menjelajah hutan, mengamati burung, berkemah, dan berharap akan bertemu sekawanan gajah yang kerap menampakkan diri di sekitar salt lick pada sore hari. Wisatawan domestik lebih suka berwisata di sekitar air terjun dan menara pandang untuk menikmati pemandangan serba hijau hingga di kejauhan.

Taman Nasional Doi Inthanon adalah tujuan wisata favorit wisatawan asing dan domestik yang dapat ditempuh selama hampir 2 jam berkendara mobil dari kota Chiang Mai, di Utara Thailand. Menerima rata-rata hampir 500.000 pengunjung setiap tahun. Di taman nasional ini terdapat puncak tertinggi Thailand dengan ketinggian 2.565 meter dpl. Mayoritas wisatawan sudah menyiapkan baju tebal agar bisa menikmati beberapa air terjun, pasar rakyat, piknik di tepi sungai, serta kampung suku Hmong dan Karen di dalam dan sekitar kawasan taman nasional. Para peserta paket tour dari Chiang Mai selalu singgah di kampung-kampung tradisional ini untuk melihat cara hidup masyarakat kedua suku tersebut, kegiatan menenun, serta pembuatan kerajinan tangan yang dirancang para ibu.

Taman nasional populer bukan hanya dominasi yang terletak dekat dengan kota besar saja. Taman Nasional Khao Sam Roi Yod menerima angka kunjungan yang terus meningkat setiap tahun walau harus ditempuh selama 3,5 hingga 4 jam berkendara mobil dari Bangkok. Jarak yang cukup jauh untuk ukuran Thailand. Namun pesona pantai, gua-gua bersejarah, titik pandang di ketinggian, hutan yang lebat, dan wisata kuliner tetap menarik para wisatawan asing dan domestik sehingga rela menempuh jarak yang jauh demi menikmati atraksi wisata yang ditawarkan taman nasional ini.

Taman Nasional Mu Koh Ang Thong menawarkan atraksi wisata unggulan bermain kano, berenang, dan menjelajah titik pandang yang menyajikan pemandangan spektakuler pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Wua Talap, dan melihat danau di tengah pulau Mae Ko. Untuk menuju ke tempat ini, para wisatawan biasanya ikut paket wisata atau menyewa kapal dari Koh Samui—pulau yang tengah naik daun sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Thailand. Koh Samui bisa dicapai dengan pesawat dari Bangkok selama 1 jam, dan dari Phuket selama 55 menit. Bagi pengendara mobil dari Phuket, butuh waktu kurang lebih 7 jam untuk mencapai dermaga sebelum menyeberang ke pulau yang mayoritas atraksinya menawarkan kemewahan ini.

Taman Nasional Khao Sok adalah tujuan wajib para penyuka kegiatan di alam bebas. Banyak variasi kegiatan yang bisa dilakukan di taman nasional, membuat mayoritas wisatawan menghabiskan waktu relatif lebih lama untuk menjelajah hutan bambu, menyusuri sungai, trekking di hutan dengan gajah, atau menikmati pemandangan kawasan karst memukau yang menjadi latar mengelilingi Dam Rajaprabha yang membentuk danau buatan Danau Chiao Lan. Akomodasi apung di tepi danau milik taman nasional atau masyarakat setempat menjadi lokasi favorit menginap. Dari situ wisatawan bermain kano di danau, susur gua, mengamati satwa di hutan-hutan pinggiran danau, berenang, dan menikmati formasi karst yang disebut sebagai Guilin-nya Thailand. Piknik pada akhir pekan, menikmati wisata kuliner yang terkenal lezat di restoran akomodasi apung, menyusuri danau dengan kapal adalah aktivitas favorit wisatawan domestik.

Taman Nasional Mu Koh Similan adalah lokasi penyelaman dan snorkeling paling terkenal bagi pencinta laut dan ketenangan. Taman nasional laut ini hanya buka mulai November hingga April setiap tahun. Diluar musim tersebut, angin kencang dan gelombang laut sangat besar sehingga dapat mengancam keselamatan para pengunjung. Di taman nasional ini tidak ada sama sekali fasilitas tambahan yang dibangun pihak swasta kecuali yang dimiliki oleh pihak taman nasional. Namun fasilitas dasar yang tersedia cukup lengkap seperti akomodasi berbagai tipe, kantin, penyewaan kano, hingga alat snorkel. Jika ingin bermalam, para wisatawan yang ikut paket tour bisanya menginap pada tenda-tenda di bumi perkemahan yang disediakan pihak taman nasional, atau ikut kapal-kapal pesiar pembawa para penyelam.

Taman nasional laut paling populer di Thailand adalah Taman Nasional Hat Noppharat Tara – Mu Koh Phi Phi. Saking terkenalnya, bahkan banyak wisatawan tidak sadar daerah yang mereka kunjungi adalah taman nasional dengan aturan tersendiri karena hampir seluruh kawasan begitu padat dengan wisatawan. Koh (pulau) Phi Phi Leh dan Koh Phi Phi Don adalah dua pulau besar tujuan wisata utama selain pulau-pulau kecil yang tersebar di dalam kawasan. Di Koh Phi Phi Leh tidak terdapat fasilitas apapun kecuali yang dibangun pihak taman nasional. Sedangkan di Koh Phi Phi Don wisatawan bisa menemukan fasilitas lengkap dan aktivitas beragam layaknya di daratan. Daerah pinggiran kawasan taman nasional sudah dipenuhi akomodasi berbagai bintang, restoran, warung, dive shop, agen paket wisata, toko cendera mata, dan berbagai toko kebutuhan untuk wisatawan. Sehingga wajar saja kalau wisatawan yang berkunjung ke daerah ini tidak sadar bahwa selangkah dari jalanan ramai yang selalu mereka lewati adalah kawasan taman nasional.

Hampir setiap hari kapal-kapal dari Phuket dan Phang Nga berlabuh di Khao Ping Kan, pulau kecil yang menghadap karang menjulang yang disebut Koh Tapu di Taman Nasional Ao Phangnga. Pulau ini lebih dikenal dengan nama James Bond Island karena menjadi lokasi film James Bond—The Man with the Golden Gun, yang membuat tempat ini menjadi terbuka ke dunia luar. Selain berlabuh di Khao Ping Kan yang penuh sesak pengunjung, wisatawan juga bisa menikmati kano di beberapa pulau-pulau dalam kawasan taman nasional. Masyarakat setempat yang bekerja pada perusahaan tour penyedia jasa kano menjadi “supir” kano-kano tersebut. Wisatawan hanya perlu “duduk manis” menikmati pemandangan tebing-tebing karst serta hutan bakau di sekitar sambil memesan air kelapa muda dari penjual di kapal kayu yang sengaja lewat.

Taman Nasional Tarutao, dengan status ASEAN Heritage Parks, terletak di bagian paling Selatan berbatasan dengan Malaysia. Jika Anda berwisata ke jembatan gantung di Pulau Langkawi, Malaysia, bisa melihat pulau Tarutao secara jelas di kejauhan. Salah satu pulau di dalam kawasan, Koh Lipe, tak ubahnya Koh Phi Phi Don dalam “versi” yang lebih kecil. Dari segi luas, Koh Lipe memang lebih kecil daripada Koh Phi Phi Don, namun fasilitas pendukung pariwisata dan padatnya wisatawan sama dengan yang terjadi di Koh Phi Phi Don. Jaraknya yang dekat dari Malaysia, membuat taman nasional ini menjadi salah satu tujuan dalam jalur perjalanan wisatawan dari Malaysia – Thailand atau sebaliknya. Kawasan kepulauan Adang – Rawi yang menjadi atraksi wisata utama di taman nasional ini juga ditutup selama enam bulan dari pertengahan Mei hingga pertengahan November.