November 29

Diterima maupun tidak, surat pemberitahuan dari Kedutaan Perancis akan dikirim melalui email dan pos. Jika diterima, kamu telah melalui satu tahap penting dalam kelanjutan studimu. Tapi sebenarnya ini justru awal dari segalanya. Bagaimana bisa ? ya, karena inilah saatnya kamu untuk mulai serius mempelajari Bahasa Perancis, mengenal budayanya, serta mulai bergerilya mencari universitas yang tepat dan cocok.

F. Setelah Pengumuman

Diterima maupun tidak, surat pemberitahuan dari Kedutaan Perancis akan dikirim melalui email dan pos. Jika diterima, kamu telah melalui satu tahap penting dalam kelanjutan studimu. Tapi sebenarnya ini justru awal dari segalanya. Bagaimana bisa ? ya, karena inilah saatnya kamu untuk mulai serius mempelajari Bahasa Perancis, mengenal budayanya, serta mulai bergerilya mencari universitas yang tepat dan cocok sesuai jurusan dan impian.

Seperti yang sudah saya informasikan, beasiswa ini tidak mengharuskan kamu untuk bisa berbahasa Perancis karena akan ada kursus intensif di CCF selama 8 – 10 bulan setiap hari selama lebih kurang 8 jam. Ini juga persiapan sebelum ikut ujian DELF dan DALF (IELTS/TOEFL-nya Bahasa Perancis). Kursus ini punya metode khusus yang berbeda dengan kursus biasa dan didukung mentor yang berpengalaman. Jadi jangan khawatir, biasanya kamu bisa langsung berbahasa Perancis setelah kursus intensif dengan metode khusus ini. Dengan syarat benar-benar belajar. Biaya kursus, ujian, dan buku ditanggung oleh pihak kedutaan. Sedangkan keperluan hidup sehari-hari tidak ditanggung, sehingga pikirkan untuk kamu yang harus berhenti bekerja karena harus mengikuti kursus intensif ini. Kamu harus lulus dan memenuhi nilai minimal ujian DELF dan DALF. Jika tidak, beasiswa yang sudah ditangan akan lepas. Jadi jangan anggap remeh ujian bahasa ini.

Saat kursus intensif inilah biasanya kamu harus mulai mendaftar dan mengikuti test masuk universitas-universitas impian kamu. Sebagai ilustrasi, setelah 3 bulan kursus, saya mulai mendaftar pada 5 universitas berbeda di Perancis untuk jurusan pariwisata. Didukung Bahasa Perancis yang pas-pasan, saya mulai mengontak universitas tersebut. Semua email saya dijawab dan saya mendaftar untuk mengikuti tahapan awal. Harap dicatat beberapa universitas meminta uang ganti formulir yang besarannya berbeda. Saat itu, dari 5 universitas yang saya daftar, ada 2 universitas yang meminta uang ganti formulir. Jika kamu tidak diterima di universitas tersebut, uang ganti formulir tidak akan dikembalikan. Uang formulir ini ditanggung sendiri.

G. Proses Masuk Universitas

Program Master di Perancis tidak banyak menerima mahasiswa.  Universitas biasanya mempunyai 2 cara saringan untuk calon mahasiswanya. Saringan dossier (dokumen) dan wawancara. Tergantung universitasnya, ada juga yang hanya seleksi dossier tanpa wawancara.

Jika sudah lulus saringan dossier, akan dilanjutkan dengan wawancara. Baca baik-baik seluruh persyaratan yang diminta oleh universitas tempat kamu melamar. Seperti halnya melamar beasiswa, universitas di Perancis biasanya meminta surat motivasi dan ada juga yang meminta surat rekomendasi. Selain itu, inilah saatnya transkrip nilai dan ijazah harus diterjemahkan kedalam Bahasa Perancis. Kedutaan Perancis memiliki penerjemah khusus yang ditunjuk untuk menerjemahkan dokumen-dokumen resmi seperti ini. Jangan khawatir, mereka akan memberitahu kemana harus menerjemahkan dokumen resmi yang dimiliki. Seluruh dokumen ini harus dikirim ke universitas yang dituju. Mayoritas universitas meminta untuk mengisi formulir dengan pertanyaan-pertanyaan khusus.

Apabila saringan dossier lulus, akan dilanjutkan dengan wawancara. Biasanya melalui telepon dan pertanyaan diajukan dalam Bahasa Perancis oleh penanggung jawab atau profesor tempat kamu melamar. Perlu diketahui, tidak semua universitas yang kita lamar akan menerima kita. Seperti kasus saya, dari 5 universitas yang saya daftar, saya hanya lulus pada 3 universitas yang saya tuju. Sehingga saya ambil satu universitas yang memang saya inginkan dan sesuai dengan jurusan yang ingin saya ambil. Tiga universitas yang meluluskan saya ini menggunakan metode wawancara via telepon dalam proses seleksi. Kasus lain, teman saya juga ada yang hanya melamar ke satu universitas dan lulus.

Pada saat saya kuliah dari tahun 2004 – 2006, Perancis sedang berada pada masa transisi. Dulunya jenjang pasca sarja adalah DEA (Diplôme d’Étude Approfondie) kurang lebih seperti Master of Research yang sebaiknya diambil oleh mereka yang berniat melanjutkan ke jenjang doktorat atau fokus ke riset. dan DESS (Diplôme d’études supérieures spécialisées) untuk Master profesional yang lebih fokus pada jenjang karir secara profesional. Program DESS ini juga dapat melanjutkan ke jenjang Doktorat namun biasanya mayoritas universitas menyarankan terjun secara profesional terlebih dahulu selama 2 tahun. Saat ini, Perancis menganut sistem LMD yang kurang lebih sama, hanya saja sebutan DEA dan DESS telah berganti dengan Master , M1 maupun M2. Hal ini karena negara-negara Eropa Barat sepakat menyamakan sistem pendidikan mereka untuk memudahkan penduduk negeri-negeri tersebut untuk kuliah di negeri lain di Eropa Barat.

Setelah lulus DELF dan DALF, serta mendapatkan universitas, apa lagi ? kamu tinggal berangkat ! untuk visa biasanya diurus sampai beres oleh pihak kedutaan. Harus diingat bahwa pengurusan paspor, penerjemahan dokumen, pembayaran biaya pendaftaran ke universitas, biaya hidup sehari-hari selama kursus intensif adalah tanggungan pribadi.

3. Saat Berada di Negara Tujuan

Biaya apa yangditanggung oleh beasiswa BGF ? kamu akan mendapat tiket pulang pergi dari dan ke Indonesia, biaya hidup full yang ditransfer tiap bulan, biaya membeli buku, membeli peralatan pendukung kuliah (spt laptop atau kamera – harus salah satu), asuransi kesehatan, biaya administrasi kuliah. Jadi praktis tidak ada pengeluaran dengan uang pribadi jika gaya hidup kamu juga biasa-biasa saja. Beasiswa ini juga menyediakan kesempatan untuk berlibur pulang kampung ke Indonesia dengan memberikan tiket PP jika masa studi kamu 2 tahun atau lebih. Untuk masa studi setahun fasilitas ini biasanya tidak diberikan. Selain itu, kamu bisa mendapat kesempatan dibiayai untuk menghadiri seminar/konferensi di negeri di luar Perancis yang sesuai bidnag kamu. Saat itu, saya mendapat fasilitas ticket pesawat, uang saku, transport saat menghadiri konferensi Ekowisata di India.

Saat berada di Perancis. Bukalah mata lebar-lebar. Bergaul, miliki banyak teman, dan berjejaring dengan siapapun dari Indonesia atau Perancis atau negara lain. Jejaring inilah yang biasanya akan bermanfaat disaat apapun, baik untuk karir, tugas kuliah, ataupun berbagai kesempatan.

Apakah uang saku bulanan cukup untuk biaya hidup di sana ? sepanjang kamu tidak clubbing setiap malam dengan meminum wine Petrus yang harganya ratusan euro per gelasnya, uang saku bulanan biasanya cukup. Terutama untuk orang Indonesia yang biasanya tidak neko-neko. Biasanya malah bisa menabung dari uang saku. Kamu tinggal memilih, menabung agar kamu bisa jalan-jalan ke kota lain di Perancis dan negara tetangga yang berdekatan dengan Perancis, atau kamu menabung untuk kamu bawa pulang ke Indonesia uangnya. Saran saya, kesempatan kadang tidak datang dua kali, kamu tak pernah tahu kapan lagi kamu bisa mengunjungi berbagai tempat tersebut. Jadi manfaatkan waktu dan dana untuk melihat lebih banyak tempat, budaya, dan alam untuk memperluas wawasan. Uang bisa dicari, pengalaman butuh kesempatan. Jadi, manfaatkan setiap kesempatan yang ada.

Saat kamu sudah berada di Perancis, pada bulan-bulan pertama mungkin kamu akan hidup boros karena belum mengetahui di mana kamu bisa membeli kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan sekolah dengan harga pantas. Tapi percayalah, begitu kamu menetap di sana, kamu akan selalu menemukan cara untuk bisa hidup dengan biaya yang lebih sesuai.

Untuk muslim, di supermarket dan pasar-pasar tradisional di Perancis selalu menyediakan daging dan makanan halal. Masyarakat bekas jajahan Perancis yang juga tinggal di sana mayoritas adalah muslim. Harga daging dan makanan halal memiliki label dan biasanya harganya lebih mahal.

Untuk kuliah, banyaklah berteman dengan orang Perancis. Walau ini memiliki tantangan besar. Selain untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, hal ini juga membuat kehidupan kamu di sana lebih membaur dengan masyarakat setempat. Di mana pun di dunia ini akan selalu ada orang baik dan tidak baik. Saya memilih Kota Bordeaux selain universitas dengan jurusan yang paling saya minati, di sini orang Indonesia nya sedikit. Di kelas pun hanya saya murid internasional. Kemampuan berbaur akan memudahkan kamu dalam menghadapi tugas sekolah karena  teman-teman biasanya senang membantu. Kalau mereka senang, kamu akan sering diundang ke acara-acara di luar kampus untuk kumpul-kumpul. Aktiflah dalam organisasi pelajar Indonesia, seperti PPI dimana kamu bisa berinteraksi dengan sesama orang Indonesia dan mendapat infromasi yang tidak akan kamu dapatkan dari teman-teman Perancis. Bertemanlah juga dengan komunitas ibu-ibu atau orang Indonesia yang ada di Perancis. Tapi saran ini tidak berlaku kalau kamu tidak suka bergaul.

Untuk perkuliahan sendiri. Banyak teman saya yang mengambil kelas Bahasa Inggris. Kalau bisa, ambillah yang murni berbahasa Perancis. Ini akan lebih membantu kamu untuk lebih bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Apabila kamu mampu menyerap 60 – 80 % pelajaran, itu sudah sangat bagus karena pelajaran yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia pun belum tentu kita mengerti 100 %. Berkarya sesuai bidangmu dan berjejaring adalah komponen penting dalam masa perkuliahan.

Mengenai uang kuliah, universitas negeri di Perancis biasanya gratis dan hanya memerlukan pembayaran administrasi. Universitas swasta, terutama dengan program internasional berbahasa Inggris biasanya berbiaya lebih mahal bahkan ada yang ribuan Euro per tahunnya. Saya dulu hanya membayar administrasi sebesar 5 Euro per tahun untuk kartu perpustakaan, kartu mahasiswa, akun email beralamat universitas, serta akses ke jurnal ilmiah langganan kampus. Mayoritas universitas negeri terkemuka di Perancis selalu dengan nama dan angka, misal Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Université Sorbonne Nouvelle Paris 3, Université Michel de Montagne Bordeaux 3, Université Lumiére Lyon 2, dan banyak lagi.

Masih banyak lagi hal detil yang perlu kamu ketahui. Seiring dengan berjalan waktu, kamu akan menemukan apa yang harus kamu lakukan tanpa perlu saya informasikan di sini.

Demikian. Mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu teman-teman yang ingin melanjutkan studinya ke luar negeri terutama yang ingin menempuh beasiswa BGF ke Perancis.

Klik juga Bagian I dan Bagian II