November 20

Saya selalu menerima pertanyaan dari orang yang belum pernah saya kenal hingga teman-teman terdekat mengenai langkah-langkah meraih beasiswa ke Perancis. Sebagian besar memiliki kebingungan dan pertanyaan yang hampir sama, sehingga mendorong saya untuk menulis artikel ini. Tips yang saya berikan sebagian berlaku umum dan sebagian yang lain khusus untuk mereka yang berminat mengambil beasiswa S2 ke Perancis. Saya bagi tulisan ini dalam 3 bagian, (1) Sebelum mengirimkan lamaran beasiswa, (2) saat proses aplikasi hingga wawancara dan pengumuman berlangsung, hingga (3) saat berada di negara tujuan.

1. Sebelum Mengirimkan Lamaran Beasiswa

A. Motivasi kamu: Kenapa Melanjutkan ke Jenjang S2 ?

Apa yang memotivasi kamu untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 ? ini adalah pertanyaan personal dan professional. Hanya kamu yang bisa menjawab ini. Apakah memang ingin mengembangkan diri, karir, jaringan, pengalaman dan ingin melihat negeri lain hingga alasan ketiadaan pekerjaan yang sesuai dengan harapan di negeri sendiri.

B. Motivasi kamu: Kenapa harus ke luar negeri ?

Pertanyaan ini akan bisa kamu jawab setelah kamu bisa menjawab pertanyaan pertama di atas. Banyak teman saya yang percaya bahwa dengan belajar ke luar negeri (LN), terutama mereka yang menempuh studi S2 atau S3, kepulangan mereka ke tanah air akan mendongkrak gaji dan jenjang karir. Faktanya: tergantung apa pekerjaan kamu saat mendapat beasiswa dan sebesar apa pengalaman, usaha, serta jaringanmu setelah selesai kuliah di LN. Jika kamu minim pengalaman kerja, jaringan, apalagi minim dalam berusaha, gelar sarjana dari LN tidak serta merta membuat kamu tiba-tiba mendapat pekerjaan dengan gaji bagus seperti turun dari langit. Faktor ini akan berbeda lagi jika kamu adalah akademisi yang bekerja di universitas atau pegawai negeri yang bisa mengurus jenjang karir. Banyak faktor yang akan menentukan kesuksesan kamu dalam berkarir. Lulusan luar negeri saja tidak cukup.

Bagi saya (untuk poin A dan B), sekolah lagi adalah media untuk menajamkan analisis, berfikir secara lebih terstruktur, yang penting lagi, memberikan kesempatan berjejaring dan pengalaman. Saya pilih ke LN karena akan membuat saya lebih mandiri dan dapat mengembangkan diri. Hal yang sebenarnya juga dapat saya temukan di negeri sendiri. Negeri lain membuat kesempatan membuka mata dan pikiran lebih lebar karena harus mengalami banyak perbedaan baik budaya, bahasa, cara berpikir dan tentunya kesempatan melakukan perjalanan dan melihat sisi lain dunia.

C. Apakah Harus Pintar?

Di kampus saya termasuk mahasiswa yang biasa saja. Tak Ada yang istimewa. Hanya saja, saya percaya bahwa kehidupan kemahasiswaan akan hampa bila hanya duduk di kelas mengikuti perkuliahan lalu pulang kerumah. Kegiatan luar ruang kelas juga modal dasar untuk mengembangkan diri. Pintar bukan alasan utama dipilih mendapatkan beasiswa. Walau memang ada standard IPK yang harus dipenuhi sebagai syarat minimal. Aktivitas kamu di luar kampus atau prestasi di kantor adalah nilai tambah bukan hanya dalam CV, tapi juga terlihat melalui motivasi, pola pikir, dan kesungguhan kamu. hal ini akan terlihat dalam dokumen-dokumen yang kamu sertakan dalam aplikasi lamaran beasiswa kamu.

D. Apakah Harus Punya Pengalaman Bekerja?

Tidak semua beasiswa mensyaratkan secara tertulis untuk pelamar punya pengalaman bekerja. Tapi ada baiknya punya pengalaman bekerja sebelum ke LN. Jangan putus asa dan tidak berani mengirimkan aplikasi apabila belum punya pengalaman bekerja. Ada persyaratan lain yang bisa kamu penuhi semisal surat rekomendasi dan proposal yang akan kita bicarakan lebih detil di bagian II tulisan ini. Saya mengatakan ada baiknya punya pengalaman bekerja sebelum ke LN karena paling tidak kamu punya amunisi, walau minim sekalipun, sebagai modal awal menuju proses pematangan diri dan pengetahuan, selain juga menghadapi berbagai kemungkinan dan kesempatan dalam kegiatan belajar di LN. Namun hal ini tidak berlaku mutlak. Kepribadian, motivasi dan kesungguhannlah yang akan membuat kamu lebih menyerap ilmu pengetahuan selama belajar dan menangkap setiap peluang di depan mata.

E. Negeri Tujuan

Banyak yang tidak tahu ke negeri mana sebaiknya melanjutkan studi. Apabila kamu telah bisa menentukan negeri tujuan, percayalah bahwa kamu sudah selangkah lebih maju. Saya punya teman yang sangat termotivasi untuk mendapat beasiswa S2 ke LN. Dia melamar ke semua beasiswa LN mulai Jepang, Perancis, Belanda, Inggris, dan banyak lagi hingga beasiswa yang ada di dalam negeri. Setelah dua tahun mencoba ke hampir banyak negara, akhirnya dia mendapat hasil dari usahanya. Saat itu dia berkata pada saya bahwa di negeri mana pun tak jadi soal asal dapat beasiswa untuk master ke LN. Negeri tujuan tentu akan sesuai dengan jurusan, sekolah yang ingin dituju, jaringan yang diinginkan, serta daya tarik dan pikat negeri tersebut. Dan yang lebih penting adalah: kesempatan.  Ingatlah bahwa negeri tujuan akan mempengaruhi kemampuan berbahasa kamu nantinya dan jaringan pertemanan yang akan berguna pada masa-masa yang akan datang setelah kamu lulus dan berkarir. Banyak jenis beasiswa yang bisa dieksploras seperti: BGF-Perancis, ADS-Australia, DAAD-Jerman, Stuned-Belanda, Chevening-Inggris, Fullbright-Amerika. Selain itu, pihak universitas juga ada yang memberikan beasiswa langsung kepada calon mahasiswanya.

Klik juga Bagian II dan Bagian III

*Saya beri judul OOT karena article di atas diluar tema website ini